Kamis, 30 Maret 2023

Jawaban Menohok Disdagin Kabupaten Sukabumi Soal Kelangkaan dan Naiknya Harga Minyak Goreng

- Senin, 6 Februari 2023 | 22:57 WIB
Ilustrasi harga minyak goreng di Jakarta masih mahal.  (Radar Sukabumi)
Ilustrasi harga minyak goreng di Jakarta masih mahal. (Radar Sukabumi)


RADAR JABAR - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, menyebut minyak goreng di pasar modern maupun pasar tradisional mengalami kenaikan harga dan kelangkaan atau kekurangan pasokan.  

Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Aam Ammar Halim menyatakan, akibat kenaikan dan kurangnya pasokan minyak goreng di pasaran membuat masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan salah satu bahan pokok tersebut.

"Iya, memang benar di Kabupaten Sukabumi itu, minyak goreng itu langka. Seperti halnya di Pasar Modern Cibadak, selain mengalami kelangkaan, harga jualnya pun naik dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebelumya, Rp14 ribu, kini naik hingga Rp18 ribu per liter," kata Aam, Senin (06/02/2023).

Baca Juga: Minyak Goreng di Kabupaten Sukabumi Mulai Langka, Kapolres Sukabumi Langsung Sidak PSM Cibadak

Pihaknya mengaku, kesulitan dalam menangani persoalan kenaikan harga dan kelangkaan pasokan minyak goreng yang kini terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Sebab, ia menilai kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng itu terjadi lantaran, berkaitan dengan subsidi pemerintah.

"Iya, memang itu susah, karena berkaitan dengan subsidinya atau minyak goreng itu tidak ada subsidinya dari pemerintah. Karena dari pemerintah pusat yang ngedrop ke pasar itu. Nah, sekarang pasokannya berkurang dari pusat," jelasnya.

Baca Juga: Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Maka dari itu, ia meminta kepada pemerintah pusat untuk segera menormalkan kembali harga minyak goreng di pasaran. Terlebih lagi, berdasarkan laporan dari lapangan, bahwa harga Bapokting dari minyak goreng di Kabupaten Sukabumi itu, berada di kisaran mulai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per liternya.

"Upaya langkah kita, tetap memantau karena dari sisi harga dan datangnya pasokan minyak goreng itu, kita tidak tahu. Karena, itu kewenangan dari pemerintah pusat dan distributor. Kita hanya mencatat yang memang kita itu, ada di Bapokting tiap hari. Laporan dari Bapokting itu, memang minyak goreng ini mengalami kelangkaan dan harganya sekarang Rl15 ribu sampai Rp20 ribu per liter di pasaran," bebernya.

Untuk itu, pihaknya mengaku dilema. Karena, kenaikan harga minyak goreng itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Mendag Sebut Harga Minyak Goreng Curah di Donggala Tak Lebihi HET

"Jadi, apakah memang harus ditingkatkan lagi. Seperti awal, atau bagaimana, apa  mau dicabut diganti dengan minyak kita. Nah, kita akan tetap mengikuti karena dalam harga kita tidak ikut campur. Kita hanya menerima dan di edaran dan dijual di pasar sudah selesai," pungkasnya. (Den).

Editor: Garis NB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jaga Hidrasi Tubuh, Lakukan 4 Cara Ini Selama Puasa

Minggu, 26 Maret 2023 | 18:44 WIB

5 Jenis Buah Kurma yang Harganya Mahal

Jumat, 24 Maret 2023 | 07:00 WIB

Gelato vs Es Krim, Mana yang Lebih Sehat?

Kamis, 23 Maret 2023 | 14:58 WIB

Inspirasi Rumah Bohemian, Padukan 3 Unsur Ini

Senin, 20 Maret 2023 | 17:33 WIB

Ini 4 Cara Mudah Merawat Kura-Kura Sulcata

Sabtu, 18 Maret 2023 | 18:02 WIB

Viral di Kafe, Teh Artisan Bisa Kok Bikin di Rumah

Jumat, 17 Maret 2023 | 13:34 WIB

Tips Meningkatkan Kemampuan dalam Berpikir

Jumat, 17 Maret 2023 | 00:30 WIB

GEOTHERMAL

Kamis, 23 Februari 2023 | 18:25 WIB
X