RADAR JABAR - Ratusan relawan dari puluhan komunitas dan pelajar, mulai tingkat dasar hingga sekolah menengah kompak melakukan aksi bersih bersih di seputar Kota Sukabumi, Sabtu (16/09/2023).
Aksi bersih bersih yang diinisiasi oleh Saling.id ini dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2023. Aksi ini serentak dilaksanakan di seluruh dunia pada minggu ketiga setiap bulan September.
Selain anggota Saling.id, 33 komunitas, 8 sekolah, serta bekerja sama juga dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, kurang lebih 300 relawan, turut ikut dalam aksi bersih bersih atau World Cleanup Day 2023.
Baca Juga: Dua Tersangka Korupsi Penyaluran Beras Bansos Ditahan di Rutan KPK, Siapa Saja?
World Cleanup Day tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain clean action, WCD kali ini disertai dengan karnaval dengan mengangkat tema “Karnaval Untuk Iklim”.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan langsung Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.
CEO Saling.id, Deruz menjelaskan, World Cleanup Day bukan hanya tentang aksi bersih-bersih. Namun juga merupakan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah, daur ulang, dan menjaga lingkungan tetap bersih.
Baca Juga: KCJB Rampung Dibangun, Setelah Diuji Coba Jokowi, Giliran Masyarakat Oktober Nanti, Gratis?
"World Cleanup Day juga bertujuan untuk menginspirasi individu, komunitas, dan organisasi untuk bertindak membersihkan daerah setempat mereka, baik itu taman, pantai, tepi sungai, atau jalanan kota," ujarnya.
Ia mengklaim, aksi World Cleanup Day di Sukabumi telah sukses dilaksanakan dengan memisahkan jenis sampah.
"Sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 38 kg sampah anorganik dan 22,84 kg sampah organik, serta pemisahan untuk sampah puntung rokok, yang nantinya akan diolah menjadi asbak oleh Saling.id," paparnya.
Baca Juga: Ratusan Calon Kades Deklarasi Damai, DPMD Kabupaten Sukabumi Harap Bisa Komitmen Jaga Kondusifitas
Menurutnya, pemilahan sampah merupakan kunci keberhasilan dari pengelolaan sampah, karena mampu membantu proses pengolahan dan proses industri daur ulang.
"Poin penting kegiatan ini bukan tentang seberapa banyak relawan yang terlibat, namun seberapa besar impact yang didapatkan setelah kegiatan berlangsung," jelasnya.
Artikel Terkait
Inilah Sosok PJ Wali Kota Sukabumi yang Bakal Dilantik Penjabat Gubernur Jawa Barat 20 September 2023!
Tok! PKS Resmi Dukung Duet Anies-Cak Imin untuk Pilpres 2024 Mendatang
Dilakukan Serentak di 47 Kecamatan, Warga Kabupaten Sukabumi Minta Hujan Tunaikan Shalat Istosqa
Sinergitas Yonif Raider 303 Kostrad Dengan Polres Garut