Senin, 6 Februari 2023

Macan Kumbang Turun Gunung di Cicalengka Bandung, Terekam Video Amatir

- Rabu, 20 Juli 2022 | 19:43 WIB
Kawasan Hutan Konservasi Kareumbit, di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. FOTO: NUR ILHAM NATSIR/
Kawasan Hutan Konservasi Kareumbit, di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. FOTO: NUR ILHAM NATSIR/

CICALENGKA - Penampakan macan kumbang masuk wilayah peternakan ayam di Kampung Cikaso, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung terekam video amatir warga.

Dalam video berdurasi 10 detik itu terlihat seekor macan kumbang berjalan di wilayah peternakan tersebut.

Yayat Hidayat (36), penjaga peternakan membenarkan adanya macan masuk ke peternakan yang dijaganya. Menurutnya, kejadian macan turun gunung bukan kali pertama. Macan kumbang kerap memasuki permukiman dan memangsa ternak warga.

“Ini yang ketiga kalinya macan kumbang datang ke peternakan. Pernah memangsa ayam hinga 18 ekor dan pernah juga 4 ekor. Yang kemarin gak sempat memangsa, keburu ketahuan rekan saya, karena kalau di senter juga sudah lari,” katanya saat dijumpai Radar Bandung, Rabu (20/7). Menurutnya, macan kumbang juga pernah memangsa hewan ternak di salah satu pesantren tak jauh dari peternakan ayam itu. Meskipun kandang ayam dipagari menggunakan kawat, tetap saja macan kumbang mampu merusak atau melompati pembatas. “Pernah juga di penangkaran rusa di Kareumbi. Waktu itu pihak Wanadri pernah bikin jebakan dan tertangkap, ternyata ukurannya cukup besar,” ungkapnya. Macan itu kerap menyasar ayam-ayam di peternakan yang berada di ujung atau berdekatan dengan hutan rimbun yang juga merupakan Kawasan Konservasi Taman Buru (TB) Masigit Kareumbi. Sementara itu, anggota tim lapangan Wanadri, Randi Muhammad juga membenarkan. Bahkan hal serupa, ia katakan, pernah terjadi tahun 2016. Randi menduga macan yang memangsa ternak tidak berasal dari kawasan Konservasi Kareumbit. “Habitat macan kumbang disekitar sini ada 3 titik, di Kawasan Konservasi Kareumbit, Cinini, atau di Kubang. Jadi kalau melihat dari wilayah, peternakan itu lebih dekat dengan habitat di Kubang,” kata Randi. Ia menyebut, di kawasan Konservasi Kareumbit, jumlah macan kumbang yang terdata hanya ada 2 ekor, jantan dan betina. Kalau melihat dari rusa yang dimangsa berusia 4 bulan, kemungkinan macan masih berukuran kecil. “Kemungkinan wilayah peternakan juga masih berada dalam kawasan habitat macan itu,” imbuhnya. Menurutnya, adanya macan kumbang di peternakan bisa saja disebabkan wilayah peternakan masih satu kawasan dengan habitat macan. “Macan kumbang juga memangsa sesuai ukurannya, jika dia masih kecil nyarinya juga pasti mangsa yang kecil, kalau ada ayam kenapa harus babi hutan,” tuturnya. Lebih dari itu, macan kumbang juga sering mencari makan di banyak tempat, tidak hanya di satu titik karena di habitatnya sering berebut teritori antara macan satu dengan macan ataupun hewan lainnya. “Tergantung situasinya, bahkan kadang makan baru 5 menit, sudah pindah tempat lagi,” tuturnya. Karenanya, sebagai langkah antisipasi, menurut Randi sebaiknya diusir saja, asal tidak dilukai dan dibunuh. “Kalau mati, bisa kena pasal pembunuhan hewan dilindungi,” ucapnya. Sementara, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA wilayah 2 Soreang, Toni Setiana juga membenarkan adanya macan kumbang masuk ke area peternakan. “Memang betul, itu macan kumbang, memang kawasannya berdampingan dengan habitat macan,” ujar Toni saat dihubungi. Menurutnya, macan yang kerap turun ke permukiman yang tersisihkan di habitatnya. “Biasanya itu jantan yang tersisihkan, kalah dengan jantan lainnya jadi harus mencari makan ditempat lain, apalagi peternakan itu kan masih dekat dengan habitatnya,” jelasnya. Toni juga mengimbau masyarakat yang menemukan kejadian serupa agar tak melukai apalagi membunuh, sebaiknya diusir saja. “Karena pada dasarnya semua hewan itu, termasuk macan kumbang, itu takut ketika bertemu dengan manusia,” tandasnya. (sir/RADARBANDUNG.id, )

The post Terekam Video Amatir, Macan Kumbang Turun Gunung di Cicalengka appeared first on Radar Bandung.

Editor: redaksijabar

Tags

Terkini

X