Kamis, 30 Maret 2023

Tanggapi Soal Kampanye Politik di Masjid dan Kampus, Begini Penjelasan Mahfud MD

- Rabu, 1 Maret 2023 | 14:50 WIB
Menteri Koordintaor Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Prof. Dr. Mahfud MD  (instagram/ @muhmahfumd)
Menteri Koordintaor Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Prof. Dr. Mahfud MD (instagram/ @muhmahfumd)

RADAR JABAR - Menteri Koordinator Bidang politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkumham RI) Moh. Mahfud MD menanggapi isu terkait boleh atau tidaknya fasilitas ibadah dan pendidikan dijadikan lokasi kampanye.

Menurutnya Mahfud politik itu ada dua, politik inspiratif (high politics) dan politik praktis (low politics)

"politik inspiratif boleh dilakukan di masjid, dan kampus, sedang politik praktis tidak boleh dilakukan di ,masjid, sekolah dan kampus," terangnya dikutip dari akun instagram resminya @mohmahfudmd, Rabu (01/03).

Baca Juga: HPN 2023, Jokowi: Memasuki Tahun Politik Media Jangan Tergelincir Polarisasi

Lebih lanjut Mahfud MD menjelaskan, kampanye politik inspiratif itu misal: tegakkan hukum, jujurlah merebut dan mengelola kekuasaan, jaga lingkungan hidup, berantas korupsi, bangun kesejahteraan, bersatulah dalam keberagaman, toleranlah dalam hidup bersama

"Kampanye politik seperti itu boleh dilakukan di masjid, sekolah dan kampus. politik inspiratif adalah dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, justru wajib dilakukan di masjid," tulisnya

Sementara, Mahfud MD melalui tulisannya melanjutkan, politik praktis itu seperti kampanye agar memilih partai A, memilih calon atau pasangan calon C, jangan pilih partai X, jangan dukung calon atau paslon Y.

Baca Juga: Pemilu 2024 di Jawa Barat, Literasi Politik Berbasis Digital

"politik praktis yang seperti itu tidak boleh di masjid, sekolah maupun kampus," pungkasnya 

Editor: Amus Mustaqim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X